Tak jelas

27 05 2009

Di sudut ruangan gelap
Terlukis sosok bagai tak asing
Seperti diri ini yang akrab dengan cayaha gelap
Meski kadang kegelapan ini hadirkan rasa tak nyaman





Malam ini

27 05 2009

25 Mei 2009

Malam gelap selimuti duniaku
Pemandangan penuh dengan kegelapan
Malam kelam tanpa bintang
Tak indah namun ku ingin bintang hiasinya
Sesaat imaji ini terbang hiasi langit
Biar tanpa bintang namun tak tertutup mendung
Biru pekat dengan malam kelam

Alangkah indahnya
Jika malam ini bertabur bintang





Lelah raga ini

21 05 2009

Lelahku
Semakin terasa merasuk ke jiwa
Menusuk hingga buatku tak kuasa
Menembus dasar jiwa
Melelahkanku
Walau ketegaranku tak ku tinggal
Namun kuatnya ragaku tak mampu pungkiri
Hanya bisa rasakan keletihan
Tanpa bisa menepis





Yang tersamar

21 05 2009

Kadang kau sempatkan
Kau samarkan dengan senyummu
Dengan amta setengah terpejam
Tertutup tangam mungilmu

Namun ku selalu dapati
Ku selalu mengerti saat ku sadari
Namun kau tak tahu di bawah sadar
Apakah selalu begitu
Bagaikanku yang selalu begitu

Walau kau tak pernah tahu
Namun bola mataku tetap terpaut





Belahan jiwa yang ku rindu

20 05 2009

Kesepian ini tak akan pernah berakhir
Belahan jiwa yang ku rindu tak tahu dimana
Akankah bisa kutemui dia
Laksana bintang selalu ku rindu
Walau bukan yang terindah
Namun dia selalu ada
Bersinar tiada pernah kenal lelah





Missing Title

20 05 2009

Rasa itu datang lagi
Ketika ku baca tiap untaian kata yang tertulis
Walau ku telah lelah dan letih tuk jalani semua ini
Namun aku tak kan pernah menyerah
Meski begitu sulit pungkiri dan hilangkan rasa itu
Namun kan ku coba
Karena ku tak ingiin jatuh terbanting lagi





Tak kan pernah hilang

20 05 2009
Mungkin tiada pernah kau merasa
Walau begitu adanya ku tak kan pernah hilangkan rasaku ini
Kan tersimpan indah dalam-dalam
Walau kadang buatku terjatuh
Namun kan ku ubah menjadi pnyinarku
Bagai bintang beri kelip di malam
Hiasi malam sunyi dengan kelip yang indah




Senyum yang kembali

20 05 2009

16 Mei 09
Sabtu malam

Terlihat lagi
Senyum manis yang biasa kau beri
Kau tebar padaku dengan sipumu
Sungguh terlihat lebih indah
Daripada sore itu
Dengan hiasan tersipu

Meski masih terbalut luka
Namun kau nampakĀ  begitu semangat
Dengan pancaran senyummu
Api semangatmu membara dalam diri





Saat terdengar tentangmu

20 05 2009

15 Mei 2009

Saat ku dengar berita itu
Ku tak tahu bagaimana rasa ini
Hanya terdiam tak bisa berkata
Hanya kesedihan yang ada

Ketika teman-teman saling bercerita
Ku hanya bisa menjadi pendengar
Tanpa bisa bertanya-tanya’
Semakin nyata berita itu

Meski tanpa kata
Namun hati ini merasa

Ku tak mau dirimu terluka
Ku tak ingin dirimu sakit
Semoga cepat sembuh

Kawan…
Ku berharap
Ini adalah pelajaran
Bagimu
Bagiku
Bagi kita semua





Senyum sore itu

20 05 2009

15 Mei 2009

Masih terbesit nyata
Sore itu…
Senyum terakhir yang kau beri
Seperti biasa namun berbeda
Walau tak ku mengerti
Namun begitu terasa

Senyum terakhir itu
Terlalu indah
Masih terbayang di benakku
Meski ku tak terlalu ingati

Ku berharap semua kan baik-baik saja
Kan kembali seperti sebelumnya





Senyum setengah hati

20 05 2009

Saat terdengar dirimu bersama insan lain
Diri ini hanya bisa diam tak mampu berkata
Ku hampir tak bisa beri senyum sedikitpun
Namun ku tak ingin kau tahu tentang ini
Kanku beri senyum yang seperti biasa
Sebisa mungkin seperti biasa, walau setengah hati
Karena ku tak mau kau tahu





Cantinganmu

19 05 2009

Angger tak deleng kain kuwi
Ono tulisan kang gawe aku kelingan
Kain putih ono jenengku samaran
Tulisan gawe cantingan batik

Gak kepikiran sampek kono
Sliramu pancen pinter tenan
Anggene gawe kenang-kenangan
Dino Iki kawitene aku ngerti tulisan iku

18 Mei 2009





Saat lelah mendekap

19 05 2009

Saat lelah mendekapku
Penuh dengan buaian halusnya
Beribu angan telah hilang bersamanya
Hanya lelap dalam lelah yang terasa





Bintang dan Pencipta

19 05 2009

Saat lelah mendekap dan kuasaiku
Ku ingin bintang malam temani tidurku
Dengan kelipnya yang menenangkan
Ku pandang begitu indah malam jika ada bintang
Lupakanku dari lemah dan lelahku
Hiasi malam dengan kelip yang begitu indah

Sungguh besar dan hebatnya pencipta bintang
Tiada mungkin tuk duduakan
Karena tak akan ada yang bisa menyamaiNya

Dialah yang mencipta bingta
Dialah pencipta segalanya
Membuat semua dengan pasti dan ketepatan
KreasiNya begitu menakjubkan akal pikiran
KeajaibanNya tertebar kemana-mana

Pencipta bintang
Pencipta segalanya
Terimakasih telah menciptakan indah bintang
Tuk hiasi malam yang kelam
Memberi keindahan malam lupakan lelahku





Jalan sepi tak berujung

19 05 2009

15 Mei 09

Malam telah larut
Angin membuai tubuhku
Baru ku sadari
Selama ini ku telah berjalan sendiri
Di jalan sepi yang tak berujung