Seharusnya postingan ini ku tulis tangal 9 Agutstus 2009, tapi ternyata molor…
Satu tahun yang lalu, masih ku ingat peristiwa itu, peristiwa yang tak akan terlupa dalam hidup ini.
Pagi itu aku bangun kesiangan, padahal aku tak mau telat masuk sekolah. Langsung saja ku mandi dan beberapa menit kemudian ku siap berangkat ke sekolah bersama adikku. Aku kira akan seperti hari biasa2, hanya hampir telat begitu saja di sekolah. Aku tancap gas hingga tak tersisa. Aku masih sadar saat itu, ku tancap gas dan ku masih bisa ngobrol ma adik. Namun… hilang dari memori hingga saat ini, setelah ku lewati perempatan itu apa yang ku lakukan dan bagaimana hal itu bisa terjadi, kecelakaan yang membuatku tak masuk sekitar satu minggu. Aku tak tahu, aku tak tahu kenapa kecelakaan itu terjadi, tapi saat semua gelap, dimemoriku terbesit sebuah peristiwa saatku berkecepatan tinggi dan akhirnya ku menabrak truk yang mau belok ke kanan dari belakang.
Sungguh hilang dari memoriku, sebelum dan saat kejadian itu.
Setelah terbesit sejenak peristiwa bagai kilat itu di memoriku. Ku hanya tahu kegelapan karena mataku terpejam, tubuh tak terasa bagaimana, yang kurasa saat itu gelap dan ramai2 orang bicara, ada orang yang menyuruh cepat2 membawa ke RSI terdekat. Tak beberapa lama dari kesadaranku dengan gelapnya, aku coba tuk buka mataku, ku baru tahu dan sadar bahwa ku baru dibaringkan di RSI tersebut. Ku belum tahu bagian mana yang sakit, ku hanya bisa diam dan berfikir apa yang baru saja terjadi. Akhirnya ku tahu ini karena kecerobohanku. Ku hanya bisa diam dan bungkam mulut. Saat ku berfikir, ku lihat suster mempersiapkan sesuatu untuk mengatasiku, aku tak tahu apa yang mau diobati. Ternyata… pipi kananku dan sedikit bawah alis mataku harus dijahit, karena terkena pecahan kaca helm yang pecah. Ku diberi pembius biar tak terasa sakit. Sebentar2 susternya bertanya sakit atau tidak, kalau iya akan disuntuk dibagian yang masih terasa sakit. Baru kali ini ku tahu rasanya kulit dijahit.
Disela2 itu, ku lihat kakak2ku dan ayahku sudah datang, ku tak tahu dimana adikku. Namun tak lama kemudian adikku datang dan ku lihat dia baik2 saja. Alhamdulillah dia gak apa2 cuma lecet2 sedikit. Aku juga bersyukur, aku pakai helm dan tak terlalu parah, cuma sedikit jahitan di alis dan pipi. Alhamdulillah, terimakasih ya Allah telah memberi teguran padaku. Semoga ini dapat ku jadikan sebagai pelajaran yang tak terlupakan.
Setelah udah selesai semuanya, ku diantar pulang oleh seseorang naik sepeda motor ke rumah berboncengan 3, orang tersebut yang menyetir, aku di tengah dan mas di belakang. Ku tak tahu siapa orang yang mengantarku, apakah dia orang yang memiliki truk itu atau temannya atau siapa. Yang penting aku sangat berterima kasih, dan ku kira itu yang dari tadi khawatir dan sangat memperhatikanku, saatku masih merasakan setangah sadar dan gelap yang terasa, hanya suara itu yang ku dengar… Tapi aku tak tahu pasti…
Aku juga bersyukur karena memoriku dihilangkan sebelum, saat dan sesaat setelah kecelakaan itu terjadi, ku tak merasakan semuanya, namun setelah ku sadar, semuany kembali, ku rasakan badan yang sakit, pipi dan alis yang dijahit terasa. Alhamdulillah aku dapat merasakan lagi. Terimakasih ya Allah…
Setelah kejadian itu, beberapa bulan aku naik angkot. Berangkat pagi pulang siang atau sore.
Sekarang, bekas jahitan itu masih terlihat samar di pipi, di alis akan terlihat saat diamati…
Kecelakaan ini bukan pertama kali untukku
Tapi ini adalah yang paling parah untukku
Walau tak parah dibanding yang lain
Tapi ini cukup untuk menyapaku
Untuk memberi peringatan
Alhamdulillah
Terimakasih ya Allah
Komentar Terakhir