Sketsa cerita

“Hey, kamu memang jahat. Tak punya hati!” kata Andina. Dan aku tak bisa berkata, aku hanya diam. Ini semua memang gara-gara aku. Dan di balik kata-kata kasarnya itu menyimpan sakit yang begitu dalam. Tak hanya sakit, tapi juga kekecewaan serta kehancuran dalam hidupnya.

“Kenapa diem? kamu denger gak aku ngomong?” lanjutnya dengan nada keras menurun. Masih tersimpan rasa sakit di hatinya. Entah sampai kapan itu akan berakhir dan hilang. Aku tidak bisa apa-apa atau pun mengobatinya. “Maafkan aku” aku hanya bisa berkata itu dalam hati. “Yaa ALLAH, maaf kan aku dan dirinya. Ini semua salahku. Berilah jalan terbaik untuknya sebagai ganti ini semua”.

Dan kini, aku tak tahu kabarnya. Semoga saja baik-baik saja. Meski hatiku bertanya-tanya dan mengkhawatirkan kabarnya, apa boleh buat. Mau SMS tidak mungkin, apa lagi ke orang tuanya. Karena aku tidak mungkin untuk melakukannya, kecuali aku berniat serius dengannya. Jadi??? Aku tidak serius? Aku serius, tapi tak ada usaha. Argh, memang… Aku ini Bejat dan Pecundang cinta. Maafkan aku Andina.

One Response to Sketsa cerita

  1. nice info :)

    kunjungan dan komentar balik ya gan

    salam perkenalan dari

    http://diketik.wordpress.com

    sekalian tukaran link ya…

    semoga semuanya sahabat blogger semakin eksis dan berjaya.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s