(renungan) Bencana… Jadi ingat lagunya Ebiet G. Ade – Berita kepada kawan

8 10 2009

Melihat bencana di Indonesia akhir-akhir ini, saya jadi teringat lagunya Ebiet G. Ade yang berjudul Berita kepada kawan. Sungguh menyentuh dan mungkin juga ada benarnya. Berikut liriknya:

Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan
Sayang, engkau tak duduk di sampingku, kawan
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
di tanah kering berbatuan

ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho

Tubuhku terguncang di hempas batu jalanan
Hati tergetar menampak kering rerumputan
Perjalanan ini pun seperti jadi saksi
gembala kecil menangis sedih ho ho ho ho

Kawan coba dengar apa jawabnya
ketika ia kutanya “Mengapa?”
Bapak ibunya telah lama mati
ditelan bencana tanah ini

Sesampainya di laut kukabarkan semuanya
kepada karang, kepada ombak, kepada matahari
tetapi semua diam, tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit

Barangkali di sana ada jawabnya
mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho
ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho

Kawan coba dengar apa jawabnya
ketika ia ku tanya “Mengapa?”
Bapak ibunya telah lama mati
ditelan bencana tanah ini

Sesampainya di laut kukabarkan semuanya
kepada karang, kepada ombak, kepada matahari
tetapi semua diam, tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit

Barangkali di sana ada jawabnya
mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita
yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho
ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho ho

__

Pada akhir sajak nyanyian, “mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita, yang selalu bangga dengan dosa-dosa. Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita.” Dua kemungkinan yang dikemukakan beliau, ada benarnya. Pertama mungkin Allah menyapa atau memperingatkan kepada kita yang selalu bangga kepada dosa yang kita lakukan/ maksiat yang dilakukan tanpa disertai rasa bersalah. Sungguh mengherankan. Kedua, beliau berpendapat “mungkin alam mulai enggan bersahabat dengan kita”, karena ulah kita yang selalu merusak/ memakai tanpa berusaha melestarikannya. Semoga ini dapat menjadikan pelajaran bagi kita. Aamiin. Dan tidak lupa, untuk teman-teman yang bisa menyumbangkan sebagian hartanya silahkan disalurkan,, doa dan perhatian juga perlu untuk korban bencana yang masih hidup.

Download lagunya di sini