Sekilas Kota Kediri
I. PENDUDUK DAN TENAGA KERJA
1.1. Penduduk
Data jumlah penduduk pertengahan dan akhir tahun di hitung berdasarkan hasil registrasi penduduk oleh dinas catatan Sipil dan Kependudukan.
Jumlah penduduk kabupaten kediri pada akhir tahun 2006 tercatat ada 1.445.695 jiwa. Ada penambahan 6.912 jiwa, dibandingkan tahun 2005. jumlah kelahiran dan kematian selisih 5.502 jiwa, masing-masing sebanyak 13.863 dan 8.361 jiwa. Selanjutnya dapat di hitung ada net-Migrasi sebanyak 1.410 jiwa.
Ini berarti ada selisih positif antara penduduk yang datang dan keluar kabupaten kediri. Angka net-Migrasi tahun 2006 ini turun tujuh kali lipat net-Migrasi tahun 2005 yang banyak 9.785 jiwa
1.2. Tenaga Kerja
Menurut catatan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, pada tahun 2006 tercatatat ada sekitar 9.144 lowongan keja baru, naik 1.04 kali lipat dibandingkan kondisi tahun 2005. sedangkan jumlah pencari kerja baru yang tercatatat ada sebanyak 11.642 orang. Jumlah penempatan Tenaga Kerja ada sebanyak 9. 144. ini berarti penyerapan lowongan kerja baru adalah 100 %, 6 penyerapan pencari kerja baru adalah 78,54 %.
Penyerapan lowongan kerja terbanyak adalah untuk kategori AKAD (antar daerah). Dan AKL (Lokal). Sedangkan kategori AKAN (antar negara) dapat dilihat pada jumlah TKI yang berhasil ditempatkan. Pada tahun 2006 penyerap lowongan kerja untuk kategori AKAN sebanyak 2.706 orang, meningkat dibandingkan pada tahun 2005 yang sebanyak 2300 orang. Sebagian besar TKI tersebut ditempatkan di negara Malaysia dan Hong kong.
Berdasarkan tingkat pendidikannya pencari kerja di Kabupaten kediri sebagian besar lulusan SLTA (53 %), Perguruan tinggi (33 %) SLTP (11 %) dan SD (3 %).
Jumlah PNS Otoda yang bekerja di Kabupaten kediri pada tahun 2006 sebanyak 13.071 PNS, yang terbesar di institusi Kecamatan 540 orang, di institusi dinas 11.710 orang, di institusi badan 205 orang, di institusi Kantor 98 orang, di institusi Sekretariat 341 orang, di institusi BUMD 5 orang, di institusi Kepala Desa 6 orang dan di KPUD 13 orang. Selain itu terdapat CPNS sebanyak 153 orang. Sebanyak 69,50 % dari total PNS Otoda di Kabupaten Kediri bekerja di Dinas Pendidikan, yakni sebanyak 9.284 Pegawai.
Berdasarkan golongannya sebagian besar PNS di Kabupaten Kediri bergolongan III sebanyak 7841 PNS. Sedangkan golongan I,II,dan IV masing-masing sebanyak 209 PNS, 2.061 PNS, dan 2.960 PNS.
II. SOSIAL
2.1. Pendidikan
Pada tahun ajaran 2006/2007, ada sebanyak 2.358 institusi pendidikan di Kabupaten Kediri. Bertambah 93 institusi dibandingkan tahun 2005. penambahan jumlah institusi pendidikan pada jenjang TK sebanyak 27 institusi dan sekolah tinggi/diniyah bertambah sebanyak 67 institusi. Sedangkan jenjang Pendidikan SLTP/SMP Terbuka dan SMU/SMK masing-masing berkurang 2 institusi dan bertambah 1 institusi.
Pada tahun ajaran 2006/2007 ada penurunan jumlah guru di tingkat pendidikan TK,SD,SMU,dan SMK. Jumlah guru TK turun dari 1844 menjadi 1485 pengajar.
Di tingkat SD berkurang 232 pengajar, menjadi 6506 guru. Pendidikan SMU berkurang 28 pengajar, menjadi 864 guru. Sedangkan guru SMK berkurang 174 orang sehingga tinggal 568 pengajar.
Di level Kabupaten, secara umum penurunan jumlah guru tersebut tidak terlalu signifikan mempengaruhi statistik Rasio Murid terhadap Guru. Di tingkat TK Rasio murid terhadap guru adalah 23,16. ini berarti secara rata-rata ada 23 siswa TK untuk satu orang guru TK.
Data Rasio Murid terhadap Guru pada tingkat pendidikan SD adalah 19,73 (SD Negeri); 13,51 (SD Swasta); dan 12,54 (Madrasah Ibtidaiyah).
Pada tingkat SLTP data Rasio Murid terhadap Guru adalah 16,68 (SMP Negeri); 7,67 (SMP Swasta); dan 9,69 (Madrasah Ibtidaiyah).
Pada tingkat SLTA data Rasio murid terhadap guru adalah 15,19 (SMU Negeri); 7,52 (SMU Swasta); 12,56 (SMK Swasta); dan 7,33 (Madrasah Aliyah).
2.2. Kesehatan dan Keluarga Berencana
pada periode tahun 2004-2005, data dari DinKes menunjukan bahwa telah terjadi penurunan jumlah tenaga kesehatan dan kunjungan pasien yang sangat signifikan.
Jumlah tenaga kesehatan menurun dari sebanyak 1.521 tenaga kesehatan pada tahun 2004 menjadi 815 tenaga kesehatan pada tahun 2006. penurunan terjadi pada jumlah perawat (dari 321 menjadi 169), Dokter Umum (dari 97 menjadi 63), Dokter Gigi (dari 37 menjadi 34), dan paramedis Lain (dari 574 menjadi 46). Sedikit penambahan pada tenaga kesehatan Bidan (dari 96 menjadi 420), Nutisionis (dari 8 menjadi 14), Seni Tarian (dari 43 menjadi 44).
Sementara itu jumlah kunjungan pasien ke Puskesmas juga mengalami penurunan,yakni dari 676.591 orang pada tahun 2004 turun menjadi 537.888 orang pada tahun 2006. untuk kunjungan ke Rumah Sakit meningkat dari 75.193 orang di tahun 2004 menjadi 106.055 orang di tahun 2006. meskipun kunjungan pasien ke dua fasilitas kesehatan yaitu Puskesmas dan Rumah Sakit mengalami penurunan dari 751.784 orang pada tahun 2004 menjadi 643.943 orang pada tahun 2006.
Jumlah kunjungan ibu hamil,bayi,dan anak semuanya mengalami penurunan cukup tajam jika dibandingkantahun 2004. kunjungan ibu hamil turun menjadi 45.781 di tahun 2004 menjadi 36.017 di tahun 2006. kunjungan bayi dan anak di tahun 2004 masing-masing 59.524 dan 101.392 turun di tahun sebelumnya karena data tahun 2005 tidak tersedia
2.3. Peradilan
Di era reformasi penegakan hukum merupakan salah satu tolok ukur cleaned goverment dan mencerminkan kewibawaan pemerintah executiv. Aparat hukum dan peradilan di tuntut terus bekerja keras dari tahun ke tahun.
Data jumlah perkara yang masuk dan berhasil di selesaikan mencerminkan beban sekaligus hasil kerja keras aparat hukum dan peradilan.
Rendahnya angka jumlah perkara mnungkin di sebabkan oleh rendahnya kesadaran dan kepercayaan masarakat terhadap proses penegakan supremasi hukum. Pencatatan dan statistik kriminalitas perlu di perbaiki agar monitoring dan evakuasi terhadap kinerja Aparat hukum dan peradilan bisa di lakukan secara fair.
Berikut ini adalah data jumlah perkara yang di selesaikan Polres,Kejaksaan Negeri,Pengadilan Negeri dan Pengadilan agama di Kabupaten Kediri.
Jumlah perkara yang berhasil di selesaikan pada tahun 2005 oleh lembaga-lembaga tersebut adalah sebanyak 765 kasus kejahatan dan 26.215 pelangaran lalu lintas (polres), 922 perkara (Kejaksaan Negeri), 864 perkara pidana dan 62 perkara perdata (Pengadilan Negeri), dan 2.036 kasus (Pengadilan Agama).
Sedangkan jumlah kasus kejahatan yang di laporkan masyarakat ke kapolres ada 771 kasus (turun-6,55% dari tahun 2005). Kasus kejahatan yang di laporkan masyarakat ke Kejaksaan 922 kasus (turun-0,43%); ke Pengadilan Negeri 957 kasus (naik 1,05%);ke Pengadilan Agama 2.193 kasus (turun-3,77%).
2.4 Agama
Jumlah tempat ibadah di kabupaten kediri relatif cukup banyak , yakni ada 1.497 masjid, 4.161 langgar, 318 mushola,224 gereja kristen. 40 gereja katholik, dan 23 pura. Sumberdata adalah Departemen Agama di kabupaten kediri.
Tidak jauh berbeda dengan tahun 2005, pada tahun 2006 di perkirakan jumlah pemeluk agama islam ada sekitar 96,59%, kristen/protestan 1,69%, katholik 1,04%, dan pemeluk agama hindu dan budha masing-masing 0,66% dan 0,01%.
2.5. Sosial lainya
Data permasalahan sosial di kumpulkan oleh Dinas Kesejahteraan sosial yaitu jumlah panti asuhan dan jumlah panti wredh berikut peng huni dan pengurusnya, jumlah mucikari/PSK, jumlah penyandang cacat dan jompo, jumlah pekerja sosial masyarakat, jumlah bimbingan/penyuluhan sosial, serta jumlah karang taruna.
Pada tahun 2006 jumlah penderita cacat tercatat ada 621 tuna netra, 656 tuna rungu/wicara, 1366 cacat tubuh, 1.009 penderita cacat mental dan 7.310 orang jompo.
Bentuk implementasi program pemerintah untuk menaggulangi masalah sosial adalah dengan mengkader pekerja sosial masyarakat di kabupaten kediri pekerja sosial masyarakat keberadaanya telah menyebar di seluruh kecamatan. Namun jumlahnya ternyata terus menurun. Dari sebanyak 2.169 kader pada tahun 1999, kemudian turun menjadi 1.038 kader pada tahun 2001. pada tahun 2006 jumlahnya hanya tinggal 47 kader. Jumlah kader kesehatan pada tahun 2006 ini sedikit meningkat di bandingkan dengan tahu 2005 yang berjumlah 633.
Permasalahan sosial yang cukup menghambat kemajuan adalah permasalahan yang terkait dengan kesejahteraan. Empat permasalahan kesejahteran sosial yang meningkat cukup tinggi di bandingkan tahun 2005 adalah gelandang dan pengemis (naik 1.188%), korban bencana alam (naik 528,6%), korban penyalah gunaan narkotika (naik 344,4%), dan anak nakal (naik 201,4%).
III. PERTANIAN
3.1. Tanaman Pangan
Data luas panen, produksi,dan rata-rata produksi tanaman pangan seperti padi,palawija,kacang-kacangan serta sayur-sayuran selama tahun 2006 di sajikan.
Produksi tanaman pangan pada tahun 2006 ada yang naik dan ada yang turun. Hasil produksi tanaman padi ada 330,9 ribu ton (turun-0,57%); jagung 304,1 ribu ton (turun-11,68%); ubi kayu 111,9 ribu ton (naik 12,56%); ubi jalar 1,2 ribu ton (turun-38,72%); kacang tanah 3,35 ribu ton (naik 2,91%); kedelai 0,7 ribu ton (turun-7,49%); kacang hijau 0,03 ribu ton (turun-64,7%).
Produksi padi tahun 2006 mencapai 0,33 juta ton. Kecamatan yang mempunyai kontribusi paling banyak adalah Pare (40,324 ton atau 12,18% dari total kabupaten), Purwosari (7.26%), Kepung (6,96%) Plosoklaten (6,27%) dan Kandangan (5,76%).
Sekitar 9,79% dari total 0,30 juta ton produksi jagung di kabupaten kediri. Berada di kecamatan pare. Produsen jagung terbesar lainya adalah Plemahan (8,79%) Kepunng (7,99%); Pagu (7,26%), dan papar (7,23%).
Menyajikan data produksi sayur-sayuran. Tercatat ada 6 jenis tanaman yang produksinya cukup menonjol di kabupaten kediri yaitu lambok atau cabai (sekitar 18,9 ribu ton), mentimun (8,28 ribu ton) tomat (sekitar 6,52 ribu ton), terong (6,40 ribu ton), dan bawang merah (4,51 ribu ton).
Menunjukkan data produksi buah-buahan. Ada 4 jenis buah-buahan yang sangat menonjol produksinya di kabupaten kediri. Pada tahun 2006 jumlah produksi 4 jenis buah-buahan tersebut adalah mangga (93,6 ribu ton), pepaya (78,8 Ribu ton), nanas (77,0 ribu ton), dan pisang (40,5 ribu ton).
3.2. Perkebunan
Menurut Dinas hutbunling ada 8 perusahaan perkebunan di kabupaten kediri. Perkebunan kopi ada 4 perusahaan; karet dan coklat masing-masing 1 perusahaan; dan perkebunan cengkeh ada 3 perusahaan.
Tahun 2006 tercatat perusahaan karet dapat menghasilkan 111,08 ton; perusahaan kopi 879,16 ton; perusahaan coklat 201,81 ton; dan perusahaan cengkeh 109,69 ton.
Menyajikan data produk akhir tanaman perkebunan rakyat. Tanaman tebu produk akhirnya gula kristal (112,7 ribu ton). Tanaman kelapa di hitung berdasarkan produksi setara kopra (7,3 ribu ton). Jambu mete produk akhirnya biji jambu mete (0,15 ribu ton). Produksi biji kering kopi Robusta di perkirakan sekitar 0,4 ribu ton.
Tanaman cengkeh dan kenanga produk akhirnya bunga karing (masing-masing sekitar 0,2 ribu ton). Tanaman kapuk bedasar kan produksi serat (0,3 ribu ton) dan tanaman lada berdasarkan produksi buah kering (1.490 kg)
3.3. Kehutanan
Diperkirakan hutan yang termasuk dalam wilayah Kabupaten kediri ada seluas 21. 713 hektar. Sebagian besar merupakan kawasan hutan produksi (60,96 %) dan kawasan hutan lindung (39,04 %). Yang merupakan kawasan hutan wisata dan suaka alam ada sekitar 0,005 %, yakni ada di kecamatan Tarokan (1 hektar).
Menyajikan data luas hutan menurut jenis tanamannya. Pada tahun 2006 kawasan hutan yang tersisa tinggal jenis tanaman sengon dan pinus. Hutan sengon luasnya 9.964,5 hektar; hutan pinus luasnya 11.7480,5 hektar.
3.4. Peternakan
Menurut Dinas Kehewanan pada tahun 2006 di kabupaten kediri 102 Perusahaan Peternak Ayam Petelor/Pedaging, 1 Perusahaan peternakan Sapi perah, 4 Rumah potong hewan, 36 tempat potong hewan, dan 16 pasar hewan.
Dibandingkan tahun 2005, Populasi sebagian besar ternak mengalami penambahan, kecuali Kerbau dan Babi dan populasinya turun -7,09% dan -6,71%. Kenaikan populasi tertinggi pada jenis ternak Ayam Ras (56,82 % menjadi 5.106 ekor) dan ayam kampung (52,77 % menjadi 1.433 ekor). Kenaikan populasi terendah pada jenis ternak kuda (naik 0,4 % menjadi 252 ekor).
Menunjukan jenis ternak besar yang mendominasi adalah sapi potong dan sapi perah. Populasi sapi di perkirakan 77,677 ekor. Paling banyak di Gurah (7,93 %), keras (7,01 %), kayen kidul (5,91 %), Tarokan (5,63 %), dan pagu (5,52 %).
Populasi sapi perah mencapai 6,071 ekor paling banyak ada di ngancar (24,8 %), dan di kandangan (20,1 %).
Untuk jenis ternak kecil yang mendominasi adalah kambing (128.546 ekor) dengan daerah sentratnya di kecamatan mojo (7,3 %), plemahan (6,9 %), dan plosoklaten (6,5 %) populasi unggas di dominasi ayam ras (petelor 3.483.395 ekor), pedaging (1.622.123 ekor) dan ayam kampung (1.432.868 ekor). Penyebaran populasi unggas hampir merata di semua kecamatan.
3.5. Perikanan
Pengumpulan data uasaha perikanan dilakukan melalui pendekatan rumah tangga bukan perusahaan. Oleh karena itu data yang dikumpulkan oleh dinas kehewanan adalah jumlah rumah tangga petani ikan dan pencari ikan yang dibedakan antara perairan umum, budi daya kolam, dan budi daya sawah.
Diperkirakan pada tahun 2005 ada sekitar 4.752 rumah tangga petani ikan dan pencari ikan dikabupaten kediri. Hasil produsi mencapai sekitar 2,3 ribu ton ikan dengan total nilai produsi sekitar 18,6 milyar rupiah.
IV. INDUSTRI
4.1. Industri Pengolahan
Berdasarkan informasi dinas pemasaran, pada tahun 2006 pengusaha industri pengolahan bertambah 61 pengusaha menjadi sebanyak 2.192 pengusaha. Pertambahan tersebut terdiri dari 6 pengusaha industri sedang, 38 pengusaha industri kecil, dan 17 pengusaha industri rumah tangga. Pengelompokan pengusaha industri tersebut adalah berdasarkan jumlah tenaga kerja yang ada.
Berdasarkan nilai industrinya terdapat 3 industri yang nilainya cukup besar yaitu Rokok Kretek, Industri Pupuk NPK, dan Industri jahe Instan.
V. PERDAGANGAN
5.1. Perdagangan
Untuk mendapatkan surat izin usaha perdagangan (SIUP), perusahaan harus memiliki sertifikat tanda daftar perusahaan (TDP) terlebih dahulu perusahaan yang berubah jenis dan status usahanya (mutasi) juga harus mendaftar. Menurut catatatan dinas pemasaran, ada 894 surat izin perdagangan yang di terbitkan tahun 2006. sedangkan perusahaan perdagangan yang memiliki TDP (baru maupun mutasi) ada 1.171 perusahaan. Bertambah 398 TDP dibanding tahun 2005.
Pada tahun 2006 penyaluran pupuk mencapai 96,68 % dari total penggandaan pupuk yang sekitar 96.127 ton.
Nilai ekspor tahun 2006 mencapai 18,4 juta US$, sedangkan niali impor mencapai 42,4 juta US$.
VII. PERHUBUNGAN
6.1. Perhubungan Darat
Menunjukan bahwa pada tahun 2006 total panjang jalan yang ada di wilayah kabupaten kediri mencapai 2.244,18 kilo meter. Sekitar 81,43 % merupakan jalan beraspal dan 61,24 % merupakan jalan mantap.
Jumlah jembatan ada 287 buah, terdiri dari 232 jembatan beton, 31 jembatan besi/dek plank, dan 24 jembatan komposit.
6.2. Pariwisata dan Komunikasi
Data jumlah Hotel dan losmen serta fasilitasnya tidak berubah, yakni ada 6 buah Hotel dengan total fasilitas 134 kamar, 226 tempat tidur, dan 79 tenaga kerja.
Data kegiatan pengiriman barang/benda Pos melalui kantor pos (seperti surat, aoerogram, kartu pos, barang cetakan, paket pos, ataupun wesel pos) baik sifatnya biasa ataupun tercatat.
Menurut alamat tujuan pada tahun 2005 jumlah benda pos yang dikirim dari dan ke dalam negeri masing-masing ada sekitar 1,56 juta. Sedangkan yang dikirim/diterima ke/dari luar negeri masing-masing ada sekitar 38,6 ribu dan 84,1 ribu benda pos.
Pada 9 titik STO (Sentral Telepon Otomat). Dikabupaten kediri ada 7 STO yakni Ngadiluwih, Sambi, Wates, Gurah, Pare, Kandangan, dan Papar. Sementara di kota kediri STOnya adalah Mojoroto dan kediri. Dikabupaten kediri tercatat ada 59,501 pelanggan telepon tetap, naik 1,41 persen dibanding tahun 2004.
VIII. KEUANGAN DAN HARGA-HARGA
8.1. Keuangan Daerah
Data pendapatan dan belanja keuangan Pemerintah Daerah kabupaten kediri.
Pada tahun 2005 nilai realisasi pendapatan ada sebesar 735,59 Milyar rupiah, atau naik 38,26 % dibandingkan tahun 2005. sedangkan realisasi belanja mencapai sekitar 7,66 Milyar rupiah, atau turun -9,97 %.
Naiknya nilai realisasi pendapatan di sebabkan antara lain karena adanya kenaikan dana dan perimbangan (48,58 %) dan PAD (48,97 % ). Ada perubahan format laporan belanja.pada tahun 2006 laporan pengeluaran/belanja terdiri dari belanja pengeluaran rutin dan belanja pengeluaran pembangunan. Pada tahun 2006 laporan pengeluaran/ belanja terdiri dari belanja Aparatur Daerah dan belanja pelayanan Publik.
Pada tahun 2006 nilai realisasi belanja aparatur daerah ada sebesar 139,97 Milyar rupiah dan nilai realisasi belanja pelayanan Publik ada sebesar 521,13 Milyar rupiah. Data penerimaan Pajak Bumi & Bangunan tahun 2006 realisasi penerimaan PBB adalah sebesar 2,8 milyar rupiah atau naik 29,21 % dibandingkan tahun 2005.
8.3. Koperasi
Pada tahun 2006 ada 570 unit Koperasi dikabupaten kediri, terdiri dari 516 Koperasi Jasa, 48 Koperasi serba usaha, dan 6 Koperasi Industri kerajinan.Total jumlah anggota mencapai sekitar 199.542 orang sementara jumlah pengurus dan pekerja masing-masing ada sebanyak 1.274 orang dan 915 orang .
Dengan total modal/ aset senilai 210.98 Milyar rupiah, dan Volume kegiatan usaha senilai 315,82 Milyar rupiah, pada tahun 2006 kegiatan ekonomi ini dapat menghasilkan SHU sebesar 59,35 Milyar rupiah.
8.4. Harga-Harga
Perhitungan IHK (Indeks Harga Konsumen) membandingkan harga suatu komoditi dengan harga pada tahun 2002. ada 7 kelompok komoditi yang dipantau dan dimasukkan dalam perhitungan IHK ataupun Inflasi, yakni bahan makanan. Makanan/ minuman jadi (termasuk rokok, perumahan, sandang, kesehatan, pendidikan, dan Transportasi/ Komuniksasi.
Perkembangan data IHK dan inflasi dikota kediri bulan Januari 2006 sampai dengan April 2007.
Data IHK mencerminkan kenaikan harga relatif dibandingkan tahun 2002. sedangkan data inflasi bulanan mencerminkan kenaikan harga dari bulan ke bulan.
Berdasarkan data IHK dapat diketahui bahwa selama tahun 2006 dikota kediri 7 kelompok komiditi tersebut di atas cenderung terus meningkat dari bulan ke bulan hingga mencapai puncaknya pada November 2006. relatif harga menurun sedikit di bulan Desember 2006.
IHK bergerak dari 135,24 persen pada bulan januari, kemudian naik sedikit demi sedikit hingga mencapai 142,39 % pada bulan Desember. Angka inflasi di peroleh dengan membandingkan IHK dari bulan ke bulan. Jadi inflasi mencerninkan kenaikan harga dari bulan ke bulan. Dapat di lihat bahwa awal tahun 2006 inflasi mencapai 2,36 kemudian selama bulan Februari sampai dengan bulan September inflasi bergerak dibawah kisaran 1 selanjutnya nilai inflasi meningkat menjadi 1,82 dibulan Oktober yang bertempatan dengan bulan Puasa dan Lebaran, kemudian di bulan Nopember turun menjadi 0,14. terakhir menjadi peningkatan inflasi di bulan Desember menjadi 1,12 yang bertempatan dengan Natal dan Tahun Baru.
IX. KONSUMSI PENDUDUK
9.1. Konsumsi per Kapita
Ketersediaan bahan makanan per kapita selama setahun. Data ini mencerminkan ketersediaan bahan makanan untuk konsumsi penduduk (per kapita) selama setahun.
Pada tahun 2006 Produksi Tanaman Padi di kabupaten kediri dapat memenuhi ketersediaan bahan makanan penduduk sampai 126,77 kg per kapita setahun.
Produksi tanaman jagung dapat memenuhi ketersediaan bahan makanan setara beras sebanyak 194,33 kg per kapita setahun.
X. NERACA REGIONAL
10.1.Pertumbuhan Ekonomi
penghitungan laju pertumbuhan Ekonomi adalah berdasar kan data PDRB atas harga konstan tahun 2000, sehingga lebih mencerminkan perubahan jumlah produksi. Untuk mengetahui perubahan haarga di tingkat produsen, indikatornya adalah inflasi/deflasi PDRB.
Pertumbuhan ekokonomi kabupaten kediri mencapai 2,51 persen pada tahun 2006. semakin lebih baik jika di bandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni 2003 (1,91 %), 2004 (2,07 %), dan 2005 (2,24 %).
Sektor yang paling tinggi pertumbuhanya adalah sektor Energi (Listrik dan Air Bersih) sebesar 3,91 %, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan (3,27 %), perdagangan (3,09 %), jasa-jasa (2,88 %), dan angkutan/komunikasi (2,90 %).
Sektor yang paling relatif lambat pertumbuhan produksinya pada tahun 2006 adalah sektor Penggalian (1,92 %), pertanian (1,97 %), dan konstruksi (1,98 %).
Sejak tahun 2001, perkembangan pertumbuhan sektor Konstruksi cenderung berfluktuasi dari tahun ke tahun. Pertumbuhan sektor ini masih mengalami Konstraksi atau minus 0,36 % persen pada tahun 2001. kemudian pada tahun 2005 naik 1,74 %. Pada tahun 2003 pertumbuhan telah mencapai 2,14 persen. Namun pada tahun 2004 pertumbuhan agak melambat hingga hanya mencapai 1,72 persen. Kemudian tahun 2005 dan 2006 Pertumbuhannya meningkat menjadi 1,76 % dan 1,98 %.
Sektor pertanian agak lambat pertumbuhanya karena beberapa hal: (1) peningkatan produtifitas hasil pertanian tidak begitu signifikan jika di bandingkan dengan menyusutnya lahan pertanian; (2). Masalah mahal dan sulitnya biaya produksi (contoh: pupuk ) dianggap petani tidak sepadan dengan kenaikan harga produk hasil pertania.
Meskipun cenderung berfluktusi, pertumbuhan sub Sektor listrik termasuk yang paling tinggi: tahun 2004 (3,91 %), 2005 (4,02 %), dan tahun 2006 (4,15 %). Kenaikan tarif PLN tidak cukup signifikan mempengaruhi demand terhadap listrik pertumbuhan sektor ini mengkhawatirkan Pemerintah karena pertumbuhan sektor ini berarti terus bertambahnya subsidi Pemerintah terhadap harga listrik.
Yang juga pesat pertumbuhan adalah sub sektor komunikasi (5,12%) dan perbankan (5,75 %). Dampak modernisasi dan isu globalisasi sangat berpengaruh pada pesatnya pertumbuhan 3 sub sektor ini. Kebutuhan gaya hidup sangat mempengaruhi demand sehingga meskipun harganya relatif cukup mahal tingkat permintaan masih terus bertambah.
Trend pertumbuhan sektor Industri sebenarnya cukup menjanjikan secara keseluruhan lambatnya pertumbuhan sektor ini lebih di sebabkan oleh Pertumbuhan Positif di seluruh sub sektor. Dukungan terbesar pada pertumbuhan sektor Industri berasal dari Industri makanan, Minuman, dan Tembakau (5,66 %), dan Industri Kertas dan barang cetakan (4,46%).
10.2. Peranan Sektoral
Ada 7 sub sektor yang parananya terus dominan. Seperti yang tampak berturut – turut mulai dari yang paling tinggi kontribusinya terhadap PDRB tahun 2006, sub sektor tersebut adalah (a) tanaman pangan, (b) perdagangan besar dan enceran, (c) Industri kertas dan percetakan, (d) tanaman perkebunan, (e) administrasi Pemerintahan dan pertahanan, (f) makanan/ninuman dan tembakau, dan (g) Industri sewa Bangunan.
Kontribusi sub sektor pertanian tanaman pangan terhadap PDRB harga berlaku dan harga konstan masing-masing adalah 22,96 dan 37,75%.
Untuk sub sektor perdagangan besar dan enceran, kontri businya terhadap PDRB atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan masing-masing adalah 22,12 dan 23,84 %; Industri kertas dan percetakan (11,34 dan 10,59 %); tanaman perkebunan (11,34 dan 11,95 %); Administrasi Pemerintahan dan Pertahanan (8,34 dan 7,14 %).
Kontribusi sub sektor makanan/minuman dan tembakau masing-masing 3,07 dan 3,21 %. Sementara untuk sub sektor sewa bangunan kontribusinya adalah 2,63 dan 2,74 persen.
10.3. Inflasi dan PDRB per kapita
Perhitungan inflasi berdasarkan data PDRB mencerminkan perubahan harga di tingkat produsen. Ada 2 indikator yang bisa dipantau perkembangannya. Indeks implisit mencerminkan perubahan harga dibandingkan harga pada tahun dasar. Sedangkan inflasi Sektoral mencerminkan kenaikan harga dari tahun ke tahun.
Indeks implisit tahun 2006 adalah sebesar 160,82 %. Ini berarti bahwa, dibandingkan tahun dasar 2000, secara rata-rata harga komoditi di tingkat produsen mengalami kenaikan sebesar 1,61 kali lipat.
Pada tahun 2006 tingkat inflasi di tingkat produsen ada sebesar 9,71 %. Ini berarti secara rata-rata ada kenaikan harga produsen sebesar 9,71 % dibandingkan tahun 2005.
Sektor LGA dan jasa-jasa mengalami inflasi tertinggi masing-masing sebesar 12,43 dan 12,00 %.
Sub sektor yang tingkat inflasinya diatas 10 persen adalah sub sektor Kehutanan (12,97 %), Listrik (12,64 %), Peternakan (12,36 %), angkutan Rel (10,67 %), Tekstil (12,16 %), Administrasi Pemerintahan (11,01 %), Komunikasi (11,86 %), Industri Semen (10,61%), Angkutan Jalan Raya (11,36 %) Jasa Sosial Kemasyarakatan (11,18 %).
Pada tahun 2006, PDRB per kapita atas dasar harga berlaku mencapai 5,7 juta rupiah naik sekitar 12,98 % jika dibandingkan tahun 2005.
Sedangkan PDRB per kapita atas dasar harga konstan mencapai 3,1 juta rupiah, naik sekitar 12,98 % jika dibandingkan tahun 2005.
Jika dibandingkan kondisi tahun 2000 (tahun dasar), kenaikan PDRB per kapita atas dasar harga berlaku adalah 1,92 kali lipat. Sedangkan untuk PDRB per kapita atas dasar harga konstan kenaikannya 1,19 kali lipat.
Uraian lebih rinci mengenai PDRB kabupatan kediri dapat dilihat pada publikasi rutin tahunan “PDRB KABUPATEN KEDIRI”.
Sumber: www.kediri.go.id










Komentar Terakhir